Wednesday, July 27, 2011

Cracking Zone: "The XL Story"



Siapa yang ga kenal Prof. Rhenald Kasali. Beliau adalah guru besar FEUI dan salah satu pakar manajemen di Indonesia. Bukunya terbaru berjudul Cracking Zone ini, saya dapatkan di sebuah toko butik Indonesia di Doha. Sebelumnya beliau sudah banyak menerbitkan buku-buku best seller, beberapa diantaranya judulnya ialah Change, Myelin, Recode Your Change DNA, dan masih banyak lainnya, yang mana kebanyakan tentang business management dan personal development.


Buku ini adalah buku pertama beliau yang saya baca, sebelumnya saya hanya senang nonton acara TVnya dan membaca artikel beliau di media massa. Sebetulnya bukunya mempunyai subjudul yaitu "Revolusi gaya hidup ketika income per kapita kita menembus US$ 3,000 dan bagaimana menangkap peluang ini". Sedangkan di judul postingan saya ini saya beri subjudul "The XL Story" karena (kira-kira) 3/4 bagian dari buku ini membahas tentang XL (baca: PT. XL Axiata).


Dalam buku ini, Prof. Rhenald membahas tuntas bagaimana XL men-crack dunia pertelekomunikasian Indonesia, yaitu dengan mentransformasi brand imagenya dari operator telekomunikasi premium menjadi freemium. Semenjak mayoritas sahamnya dikuasai oleh TM (Telekom Malaysia), ownernya memberikan target kepada manajemen XL untuk meraih posisi nomer 2 di Indonesia. Maka manajemen XL berpikir keras untuk mencapai target ini, apalagi ditambah dengan kedatangan beberapa operator baru, baik GSM maupun CDMA, yang menawarkan tarif murah. Berbagai gebrakan dilakukan XL, yaitu memangkas tarif bicara sampai ke titik terendah, membuat iklan yang kontroversial (kawin dengan kambing/monyet), dan lain-lain.


Bukan hanya bercerita tentang XL, buku ini juga membahas tentang fenomena RBT (Ring Back Tone) karena telah menyelamatkan artis musik dari kebangkrutan akibat habisnya era kaset dan CD. Juga cerita tentang Pandji Pragiwicaksono dan Kangen Band. Yang terakhir, buku ini mengajari kita untuk menjadi cracker, bukan hanya sekedar manajer atau leader.


Buat saya, buku ini agak sedikit membosankan. Boleh jadi karena seperti yang saya bilang bahwa isinya 75% tentang XL dan ceritanya banyak yang diulang-ulang. Padahal kalau saja Prof. Rhenald mau berkisah banyak tentang Management Cracker, masih banyak lagi yang bisa diangkat. Seperti bagaimana Sir Richard Branson mengekspansi Virgin menjadi perusahaan segala bidang, Apple setelah kembalinya Steve Job, Air Asia sebagai pelopor maskapai penerbangan murah, dan masih banyak lagi perusahaan di dunia yang menginspirasi untuk menjadi sebuah Cracker Company.


Walaupun membosankan, banyak ilmu baru yang bermanfaat. Walaupun saya baru belajar enterpreuneurship kecil-kecilan, ga salah kalo banyak belajar dari perusahaan-perusahaan besar mengenai manajemennya.

No comments:

Post a Comment